Selamat Datang di www.de-faisal.com Untuk Anda

 

 

>> QUNUT SHOLAT SUBUH <<

 


Qunut Sholat Subuh adalah Doa qunut yang dibaca pada waktu i’tidal (berdiri setelah ruku’) setiap akhir roka’at pada shalat subuh.  Adapun do’anya sebagai berikut :

Allahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa athaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Wa innahu laa yudzillu man waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. 

(Artinya: Wahai Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan petunjuk; Berilah aku perlindungan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan perlindungan; Sayangilah aku sebagaimana orang-orang yang Engkau sayangi; Berilah berkah terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku; Jagalah aku dari keburukan apa yang telah Engkau takdirkan; Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum dan tidak yang mampu memberikan hukuman kepada-Mu; Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan pernah terhinakan dan tidak akan pernah mulia orang-orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau Rabb yang Maha Tinggi..)


Sebagian Umat islam dan kebanyakan ulama di Indonesia selalu melaksanakan Qunut sholat subuh. Namun Banyak pula para ulama yang berpendapat tidak disyari'atkannya qunut subuh terus menerus dilaksanakan.  Hal ini tentu dapat membuat keraguan bagi umat islam, yang manakah harus mereka ikuti. Perbedaan tersebut tentunya mempunyai dalil-dalil yang kuat. Berikut dalil-dalil yang dijadikan rujukan bagi yang melaksanakan qunut terus-menerus dan Bagi yang tidak melaksanakannya.

Dalil-Dalil yang melaksanakan Qunut secara terus menerus :

  • Imam An Nawawi berkata, Ketahuilah bahwa qunut shalat subuh adalah sunnah, karena ada hadits shahih di dalamnya, dari Anas radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan qunut di dalam (shalat) subuh hingga beliau meninggal dunia. (Hadits ini) diriwayatkan oleh al Hakim Abu Abdillah dalam kitab al Arba'in dan dia berkata shahih.
  • Setelah beliau (Imam Nawawi) menyebutkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa-i, Ibnu Majah dan Baihaqi tentang do'a qunut dalam witir -Allahummah dinii fii man hadait ...- beliau berkata, Dan dalam riwayat yang disebutkan al Baihaqi bahwa Muhammad bin al Hanafiyah yaitu Ibnu Ali bin Abi Thalib berkata, Sesungguhnya do'a ini (yaitu doa qunut witir) adalah do'a yang dibaca ayahku (Ali bin Abi Thalib) dalam shalat fajar di saat qunut.
  • Kemudian Imam Nawawi berkata, Telah berkata sahabat-sahabat kami, qunut dengan doa yang datang dari Umar bin Khaththab, maka itu baik juga, karena beliau (Umar) telah qunut di dalam shalat subuh setelah ruku' lalu berdoa -Allahumma inna nasta'inuka.

Dalil-Dalil yang tidak melaksanakan Qunut secara terus menerus :

  • Abu Malik Al Asyja'i, beliau berkata: Aku bertanya kepada bapakku, Wahai bapakku, sesungguhnya engkau telah shalat dibelakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali di sana, di Kuffah sekitar lima tahun. Apakah mereka semua melakukan qunut fajar ? Bapakku menjawab, Hai anakku, itu perkara baru. (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa-i, Ibnu Majah, Thahawi, Ibnu Abi Syaibah, Thayalisi dan Al Baihaqi dari beberapa jalan dari Abu Malik).
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Oleh karena inilah tatkala Ibnu Umar ditanya tentang qunut (subuh) terus menerus, beliau menjawab, Kami tidak pernah mendengar dan tidak pernah melihat. (Majmu' Fatawa XXIII/101).
  • Ishaq Al Harbi berkata: Saya mendengar Abu Tsaur bertanya kepada Abu Abdillah Ahmad bin Hambal, Bagaimana pendapat anda tentang qunut di waktu subuh? Abu Abdillah menjawab, Qunut itu hanyalah di waktu nawazil. (Ash Shalat wa Hukmu Tarikiha: 216 dinukil dari Al Qaulul Mubin:131).

Berdasarkan dalil-dalil diatas sudah jelas terlihat dalil yang berlawanan. menentukan suatu amalan itu bernilai wajib, sunnah atau bahkan bid'ah perlu diteliti dalil dan hujjah yang mendukungnya, shahih atau tidak, sebab tidak boleh berhujjah kecuali dengan riwayat yang shahih. Namun Masing-masing kelompok sudah pasti menyatakan bahwa dalil-dalil merekalah yang paling sahih. Jadi menurut saya, kesimpulannya adalah, berdasarkan pendapat ulama-ulama yang tidak ada kesepakatan tersebut, maka Qunut sholat subuh boleh dilaksanakan terus menerus dan Boleh juga Tidak Melaksanakannya. Bagi yang ragu sebaiknya tidak melaksanakan. Bagi yang tidak melaksanakan Qunut namun sholat di mesjid yang mana imamnya melaksanakan qunut, solusinya adalah tidak ikut qunut dan tidak ikut mengangkat tangan, tetapi ikut menunggu hingga imam selesai qunut. Hal ini tidak termasuk menyelisihi imam, karena imam diikuti hanya dalam
perkara yang ma'ruf saja. Yang dimaksud menyelesihi imam adalah jika imamnya
masih qunut kita sudah lebih dulu sujud..wallahu 'alam...

 

 

 

 


Jam & Waktu Sholat

 

 

 


Copyright © 2011 de-faisal.com


Home | About | Privacy Policy | TOS | Pasang Iklan | Kontak

Kantor Pusat de-faisal.com :
Jl. Pangeran Hidayat, No.29, Kecamatan Tembilahan,
Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi RIAU - INDONESIA