Selamat Datang di www.de-faisal.com Untuk Anda

 


>> PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN <<

Teori manajemen awal terdiri dari berbagai usaha untuk mengetahui para pendatang baru dalam kehidupan industri ini pada akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh di Eropa dan Amerika Serikat sebagai berikut :

 

ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH

Teori manajemen ilmiah muncul sebagian dari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas. Di awal abad kedua puluh, terutama di Amerika serikat, tenaga kerja terampil terasa amat kurang. Satu-satunya cara untuk meningkatkan produktivitas adalah menaikkan efisiensi para pekerja. Oleh karena itu, Frederick W Taylor, Henry L. Gantt, dan Frank serta Lilian Gilberth memikirkan prinsip-prinsip utama yang dikenal sebagai teori manajemen ilmiah.


Frederick W. Tailor

Frederick W. Tailor (1856-1915) mendasarkan filosofinya pada empat prinsip dasar sebagai berikut.

  1. Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, jadi metode terbaik untuk melaksanakan setiap tugas dapat ditentukan.
  2. Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja akan diberi tanggung jawab melakukan tugas yang paling cocok dengannya.
  3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja.
  4. Kerja sama bersahabat dan secara pribadi antara manajemen dan tenaga kerja.
Gambar. Frederick W. Taylor

Henry L. Gantt 

Henry L. Gantt (1861-1919) bekerja dengan Taylor untuk beberapa proyek. Tetapi ketika dia berdiri sendiri sebagai konsultan insinyur industri, Gantt mulai mempertimbangkan sistem insentif dari Taylor.

Gilberth Bersaudara

Frank B. dan Lilian M. Gilberth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972) memberikan kontribusi bagi gerakan manajemen ilmiah sebagai tim suami istri. Lilian dan Frank bekerja sama mempelajari kelelahan dan gerakan serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan pekerja individual. Bagi mereka, tujuan akhir dari manajemen ilmiah adalah membantu para pekerja mencapai potensial penuh sebagai manusia.

Gambar. Gilbert Bersaudara

ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK

Manajemen ilmiah memikirkan cara meningkatkan produktivitas dari pabrik dan individu pekerja. Teori organisasi klasik menumbuhkan kebutuhan untuk menemukan pedoman pengelolaan organisasi kompleks, seperti pabrik.

Henri Fayol

Hendry Fayol (1841-1925) pada umumnya diakui sebagai penemu aliran manajemen klasik bukan karena dia adalah orang pertama yang menemukan tingkah laku manajerial, tetapi karena dia adalah orang pertama yang membuatnya menjadi sistematik. Fayol percaya bahwa praktek manajemen yang mantap mempunyai pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Dari pemahaman dasar ini, dia membuat rancangan untuk doktrin manajemen yang kompak, salah satu yang masih tetap mempunyai kekuatan sampai saat ini. Kalau Taylor pada dasarnya memikirkan fungsi organisasi, Fayol tertarik pada total organisasi dan memusatkan pada manajemen, yang menurut dia merupakan hal paling diabaikan dalam operasi bisnis.

14 prinsip manajemen dari Fayol : (1) pembagian tugas; (2) Wewenang; (3) Disiplin (4) kesatuan komando; (5) kesatuan dalam pengarahan; (6) kepentingan individual dibawah kepentingan umum; (7) imbalan; (8) sentralisasi; (9) Hierarki; (10) susunan; (11) keadilan; (12) stabilitas staf; (13) inisiatif; (14) semangat korps.

Max Weber

Dengan alasan bahwa organisasi apapun yang mempunyai orientasi pada sasaran yang terdiri dari beberapa ribu individual memerlukan pengendalian peraturan dari semua aktivitasnya dengan hati-hati, ahli sosiologi Jerman, Max Weber (1864 – 1920) mengembakan sebuah teori mengenai manajemen birokrasi yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. Menurut dia organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuan dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. Weber juga percaya bahwa  kompetensi teknik harus ditekankan dan bahwa evaluasi prestasi kerja harus berdasarkan pada keunggulan.

Gambar. Max Weber

Mary Parker Follett

Mary Parker Follett (1868 – 1933) adalah salah seorang yang ikut membangun kerangka kerja dasar aliran klasik. Akan tetapi, dia memperkenalkan banyak elemen  baru, terutama dalam bidang hubungan manusia dan struktur organisasi. Dalam hal ini, dia memelopori kecenderungan yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh aliran tingkah laku dan ilmu manajemen yang muncul kemudian.

Follet percaya bahwa tidak seorang pun dapat menjadi seorang yang utuh kecuali sebagai anggota sebuah kelompok; manusia tumbuh lewat hubungan mereka dengan manusia yang lain dalam organisasi. Sebenarnya, menurut dia manajemen adalah seni melaksanakan pekerjaan lewat manusia.

Gambar. Mary Parker Follett

Chester I. Barnard

Chester Barnard (1886 – 1961), seperti Follet, memperkenalkan beberapa elemen teori klasik yang selanjutnya dikembangkan dalam aliran yang muncul kemudian. Menurut Barnard, orang berkumpul bersama dalam organisasi formal untuk mencapai tujuan yang tidak dapat mereka capai kalau bekerja sendiri. Tetapi pada saat mereka mengejar sasaran organisasi, mereka juga harus memuaskan kebutuhan individual masing-masing. Dan dengan demikian Barnard sampai pada thesis sentralnya. Sebuah perusahaan dapat beroperasi secara efisien dan tetap bertahan hanya kalau sasaran organisasi dibuat seimbang dengan tujuan dan keperluan individual yang bekerja untuk perusahaan tersebut. Apa yang dikerjakan oleh Barnard adalah menetapkan prinsip yang membuat orang dapat bekerja dalam hubungan yang mantap dan saling menguntungkan secara terus menerus.

 

ALIRAN TINGKAH LAKU

Aliran tingkah laku muncul sebagian karena pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan harmoni di tempat kerja yang memadai. Manajer menjadi frustasi, karena orang tidak selalu mengikuti pola tingkah laku yang diramalkan atau diharapkan. Jadi terdapat minat yang semakin besar untuk membantu manajer agar lebih efektif dalam berhubungan dengan sisi manusia dari organisasi mereka. Beberapa orang ahli teori mencoba memperkuat teori organisasi klasik dengan pemahaman sosiologi dan psikologi.          

 

ALIRAN ILMU MANAJEMEN

Aliran ilmu manajemen menjadi popular lewat dua fenomena pasca perang. Pertama, perkembangan komputer berkecepatan tinggi dan komunikasi di antara komputer membuka jalan untuk menangani masalah organisasi berskala besar dan kompleks. Kedua, Robert Mc Namara menerapkan ilmu manajemen di Ford Motor Company pada tahun 1950-an dan 1960-an. (Kemudian dia menggunakan pendekatan yang sama dalam tugasnya sebagai Menteri Pertahanan selama pemerintahan Johnson).

Ilmu manajemen menawarkan cara yang baru untuk berpikir mengenai waktu. Dengan model matematika yang rumit, serta komputer untuk mengolah angka, meramalkan masa depan berdasarkan masa lalu dan masa kini menjadi aktivitas yang populer. Aliran ilmu manajemen kurang memberi perhatian pada hubungan itu sendiri dalam organisasi. Membuat model matematika cenderung mengabaikan hubungan sebagai data, menekankan data numerik yang secara relatif dapat dikumpulkan atau diperkirakan. Kritik yang dilontarkan adalah bahwa ilmu manajemen hanya memberikan penekanan pada aspek-aspek organisasi yang dapat ditangkap dalam angka, kehilangan arti penting hubungan antar manusia.

 


Jam & Waktu Sholat

 

 


Copyright © 2011 de-faisal.com


Home | About | Privacy Policy | TOS | Pasang Iklan | Kontak

Kantor Pusat de-faisal.com :
Jl. Pangeran Hidayat, No.29, Kecamatan Tembilahan,
Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi RIAU - INDONESIA