Selamat Datang di www.de-faisal.com Untuk Anda

 

 

>> NASIONALISASI EKONOMI <<
 

Setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta, Bangsa Indonesia menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka, bebas dari penjajahan. Namun perjuangan Indonesia belum selesai sampai di situ. Perjuangan selanjutnya adalah mengsisi kemerdekaan untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa indonesia.

Menembus Blokade Ekonomi Belanda

Pada masa awal berdirinya Negara Republik Indonesia, keadaan ekomomi Indonesia sangat kacau. Inflasi yang sangat parah, kas Negara kosong. Ekonomi Indonesia semakin terpuruk setelah terjadinya blokade laut yang dilakukan oleh belanda dengan tujuan untuk menjatuhkan Negara Republik Indonesia yang baru berdiri dengan senjata ekonomi. Pemerintah indonesia berusaha menembus blokade ekonomi musuh dengan cara mematahkan isolasi ekonomi. Dengan menempuh usaha yang bersifat politis dan usaha yang bersifat ekonomis. Upaya yang bersifat politis yaitu Indonesia bersedia membantu India yang sedang ditimpa kelaparan dengan mengirimkan 500.000 ton beras. Sebagai imbalannya, India menjanjikan mengirimkan bahan pakaian yang sangat dibutuhkan oleh rakyat indonesia. Upaya dibidang politik ini ternyata berhasil. India paling aktif membantu indonesia dalam diplomatik internasional. Sedangkan usaha yang bersifat ekonomis yaitu indonesia mengadakan hubungan dagang langsung dengan pihak luar negeri.

Nasionalisasi De Javasche Bank Menjadi Bank Indonesia

Pada tanggal 15 Desember 1951 diumumkan Undang-undang No 24 tahun 1951 tentang Nasionalisasi De Javasche Bank N.V. Menjadi Bank Indonesia (BI) yang berfungsi sebagai bank sentral. Undang-undang tersebut diperkuat lagi dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 11/1953 dan Lembaran Negara No. 40. dengan UU dan lembaran Negara tersebut dikeluarkan UU Pokok Bank Indonesia yang mulai berlaku tanggal 1 Juli 1953. Maka semakin kukuhlah Bank Indonesia sebagai bank milik pemerintah Indonesia.

Sistem Ekonomi gerakkan benteng (Program Benteng)

Program benteng ini dimulai pada bulan April Tahun 1950 yang digagas oleh Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang dituangkan dalam kabinet Natsir (September 1950 – April 1951), ketika ia menjabat sebagai menteri perdagangan.

Program benteng ini berlangsung selama 3 Tahun, yaitu tahun 1950 – 1953. Lebih kurang 700 pengusaha pribumi Indonesia mendapat bantuan kredit dari program benteng tersebut. Program benteng ini bertujuan untuk “Menumbuhkan Indonesianisasi atau Nasionalisme ekonomi dengan  membina wiraswastawan Indonesia, Meningkatkan daya saing agar mampu bersaing dengan perusahaan impor asing, serta memberi bantuan kredit keuangan kepada pengusaha indonesia. Akan tetapi, program ini tidak berhasil mencapai tujuan karena pengusaha pribumi tidak bisa mandiri mengembangkan usahanya, terlalu tergantung pada pemerintah dan banyak yang menyalahgunakan kebijaksanaan pemerintah. Meskipun demikian  pemerintah tetap berupaya untuk mengembangkan pengusaha pribumi dengan langkah-langkah yang diambil, yaitu mewajibkan perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di indonesia untuk memberikan pelatihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tanaga indonesia.

 


Jam & Waktu Sholat

 

 


Copyright © 2011 de-faisal.com


Home | About | Privacy Policy | TOS | Pasang Iklan | Kontak

Kantor Pusat de-faisal.com :
Jl. Pangeran Hidayat, No.29, Kecamatan Tembilahan,
Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi RIAU - INDONESIA